Skip to main content

Sejarah Masjidil Haram

Islampos21 - Seri Masjid - Masjid Terindah Di Dunia. Pengertian Majidil Haram, Masjidil Haram yang dalam bahasa Arab disebut Al-Masjid Al-Haram yang berarti "Masjid Suci" merupakan tempat paling suci bagi seluruh umat muslim di dunia. Masjid ini berlokasi di kota Makkah al-Mukarramah sebagai pusat dari planet Bumi dan dibangun mengelilingi Ka'bah al-Musharaffah sebagai kiblat bagi ibadah segenap umat Islam dari segala penjuru dunia.
Masjid terindah dan terbesar di dunia - Sejarah Masjidil Haram
Masjid terindah dan terbesar di dunia - Masjidil Haram
Dengan daya tampung Masjidil Haram 900.000 jamaah pada hari-hari biasa dan mencapai 4.000.000 jamaah pada saat musim ibadah haji menjadikannya masjid terbesar di dunia. Imam Besar Masjidil haram saat ini adalah Syaikh Abdurrahman as-Sudais. Bangunan Masjidil Haram mengukir sejarah yang cukup panjang. Ka'bah merupakan bangunan utama pusat dari masjid sudah ada pada zaman Nabi Adam as. Ka'bah sebagai rumah ibadah pertama di muka bumi dibuktikan dengan firman Allah yang tertuang dalam ayat suci Al Qur'an berikut ini. 
"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.« (QS. Al linran: 96)".
Pembangunan Ka'bah pertama kali dilakukan oleh para malaikat sebelum Nabi Adam as. dan Siti Hawa diciptakan dan diturunkan ke muka bumi, dan para malaikat tersebut senantiasa beribadah dan melakukan thawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Setelah diturunkan ke muka bumi secara terpisah oleh Allah Swt. dan kemudian atas bantuan Nabi Adarn as dan Siti Hawa diperternukan di Padang Arafah. Kata arafah dapat diartikan sebagai tempat bertemu kembali.

Keduanya mendapat perintah Allah Swt. untuk melakukan thawaf rnengitari Ka'bah di tengah-tengah kawasan Padang Arafah. Di tengah Ka'bah terdapat Hajar al-Aswad, sebuah batuan meteorit suci. Hajar al-Aswad adalah batu yang turun dari surga sebagai materi awal pembentuk planet Bumi. Di depan Ka'bah inilah Nabi Adam as. bersama Siti Hawa, memulai ritual doa pertaubatan sepanjang hari sambil menangis, memohon ampun atas segala dosanya. Kemudian Nabi Adam bersama putera beliau, Nabi Sys, menyempurnakan Ka'bah menjadi sebuah bangunan masjid. Masjid itu kernudian dikenal dengan nama Masjid Baitul Makmur.

Kemudian masjid tersebut digunakan oleh para penerus Nabi Adam hingga masa Nabi Nuh as. Sebuah banjir raksasa pada zaman Nabi Nuh menenggelamkan Masjid Baitul Makmur beserta batu Hajar al-Aswad. Atas izin Allah Swt. lalu masjld tersebut dipindahkan oleh para malaikat ke langit ke tujuh dan dijadikan kiblat ibadah para malaikat di segala penjuru alam semesta. Nabi Ibrahim as. bersama isterinya Siti Hajjar dan puteranya Ismail as. berhijrah dari tanah Babilonia menuju sebuah daerah padang luas yang kemudian menjadi cikal bakal kota Makkah seperti saat ini.

Allah Swt. memerintahkan Ibrahim dan puteranya untuk membangun Baitullah di daerah tersebut. Kemudian dikirimkanlah oleh-Nya sesosokal-Khajuj, angin berbentuk seperti ular naga yang bersayap. Lalu al-Khajuj melingkarkan diri dan membersihkan sebuah titik lokasi didirikannya bangunan Ka'bah yang baru. Kemudian Ibrahim dan puteranya mendirikan bangunan ka'bah yang baru, dan di tempat tersebut merupakan lokasi berdirinya Ka'bah lama yang telah hilang oleh kuasa-Nya. Hal terebut dibuktikan dengan firman Allah yang tertuang dalam ayat suci Al Qur'an berikut ini. 
"Dan (ingatlah), ketika kami memberikczn tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah." (QS. Hajj: 26) 
Setelah berhasil mendirikan bangunan Ka'bah dengan sempurna, Ibrahim memerintahkan Ismail untuk mencari batu yakut yang paling putih. Batu tersebut adalah batu Hajar al-Aswad yang awal turun ke muka bumi berwarna sangat putih, namun kemudian berubah warnanya menjadi hitam karena akumulasi energi negatif dari dosa-dosa manusia. Sebelum Ismail selesai melakukan pencarian, ternyata batu suci tersebut telah berada di salah satu sudut bangunan Ka'bah. Melihat tanda-tanda kekuasaan Allah tersebut, kemudian Ibrahim dan Ismail berdoa seperti pada kutipan ayat suci Al Quean berikut ini.
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS.. Baqarah: 127).
Pada zarnan Rasulullah Saw. bangunan Ka'bah direnovasi, dan masyarakat suku Quraisy saat itu mempercayakan Nabi Muhammad sebagai peletak Hajar al-Aswad. Sejak saat itu Muhamrnad bergelar Al- Amin yang berarti orang yang terpercaya. Setelah selesai direnovasi bangunan Ka'bah menjadi berbentuk segiempat dengan ketinggian mencapai 15 hasta dan panjang sisi-sisinya 10 meter. Bagian atas Ka'bah dipasang atap yang ditopang oleh enam pilar. Hajar al-Aswad diletakkan 1,5 meter dari permukaan pelataran tempat thawaf. Pintu Ka'bah dibuat dua meter dari permukaan tanah. Di sekeliling Ka'bah ini dibangun pagar yang dinamakan asy-Syadzarawan.

Abdullah bin Zubair melakukan proses renovasi Ka'bah seperti yang diinginkan Rasulullah Saw ketika beliau masih hidup. Abdullah menjadikan Ka'bah dalam bentuk yang paling baik dan megah sehingga menjadi seperti yang disifatkan oleh Nabi Muhammad Saw. Dinding-dinding Ka'bah disempurnakan dan dua pintu dibuat pada Ka'bah, satu di sebelah timur dan lainnya di sebelah barat. Sehingga orang yang memasuki Ka'bah dari satu pintu akan keluar di pintu yang lainnya.

Berdasarkan penelitiannya, para ahli menemukan sebuah energi radiasi yang luar biasa terpusat di kota Makkah dan tepatnya berasal dari bangunan Ka'bah. Radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung). Hal ini dibuktikan oleh foto luar angkasa pada planet Mars yang menampakkan radiasi tersebut masih terus berlanjut sampai batasan ruang di alam semesta yang tidak diketahui. Para cendekiawan muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik yang menghubungkan antara Ka'bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.

Kota Makkah dengan Ka'bah sebagai pusatnya berada di daerah yang bernama Zero Magnetism Area, yang didefinisikan sebagai daerah yang memiliki daya tarik-menarik yang sama besarnya antara Kutub Utara dan Kutub Selatan, dan hal ini dibuktikan dengan tidak bergeraknya jarum kompas di daerah Makkah. Hal tersebut menyebabkan manusia yang hidup di Makkah akan memiliki tubuh lebih sehat dan panjang umur, dikarenakan minimnya pengaruh dari kekuatan gravitasi Bumi. Dan ritual thawaf memiliki manfaat sangat besar bagi kesehatan diri manusia. Saat mengelilingi Ka'bah, manusia di-charged oleh sebuah energi positif dari Illahi. 

Comments

Popular posts from this blog

Apakah Rokok Haram, Bagaimanakah Dalam Sudut Pandang Islam?

Islampos - Kajian Islam. Assalamualaikum wr. wb., hi sahabat muslim dimanapun anda berada, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Apakah rokok haram? lalu apa pandangan islam tentang rokok?. Mungkin diantara sahabat islampos sering mendengar kata - kata ini "Merokok mati, tidak merokok juga mati", biasanya kalimat ini dilafalkan para perokok untuk membela diri. Tetapi, coba pahami dulu sebelum melontarkan kalimat tersebut kepada orang yang masih perhatian kepada anda dan kesehatan anda dengan mengingatkan anda untuk tidak merokok. Kami disini ingin mengajak pembaca sekalian untuk berpikir sejenak saja mengenai hal itu. Jadi, memang tidak merokok, juga mati. Tetapi dia tidak mengeluarkan uang puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan bahkan ratusan juta untuk pengobatan akibat merokok. Memang tidak merokok, juga mati. Tetapi dia yang tidak merokok lehernya tidak berlubang sebagaimana yang terjadi pada sebagian perokok. Memang benar tidak merokok, juga mati. Tetapi dia...

Hukum Berwudhu

Islampos - Hukum Berwudhu. Berwudhu adalah salah satu syarat sah shalat, maka dari itu agar sahnya shalat maka perlu kita memperbaiki dari awalnya yaitu doa niat wudhu. Tetapi sebelum membahas tentang bacaan doa niat wudhu, tahukah Apa itu Wudhu?. Pengertian Wudhu adalah mencuci / membasuh sebagian dari anggota badan sebelum melaksanakan shalat baik sebelum shalat wajib maupun shalat sunnah. Sedangkan menurut Hanafiyah, pengertian dari wudhu adalah mensucikan diri menggunakan air pada keempat bagian anggota tubuh kita dari wajah, kepala, kedua tangan, dan kedua kaki dengan tata cara tertentu. Hukum berwudhu adalah wajib untuk dilakukan jika akan mengerjakan shalat, hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad: “Tidaklah diterima sholatmu jika tanpa Bersuci atau berwudhu" (HR. Muslim). dan “Bersuci atau Berwudhu merupakan sebagian dari iman" (HR. Muslim). Berwudhu mempunyai banyak keutamaan dan manfaat yang sudah banyak diterangkan dalam Sabda Nabi Muhammad SAW: “dan barang si...

Hukum Berkurban dari Hasil Hutang, Bolehkah?

Islam Pos - Hukum berqurban adalah sunah muakkadah bagi muslim yang mampu, hal ini berdasarkan pendapat yang kuat dari para ulama, yaitu pendapat yang dipercaya dari mayoritas ulama. Lalu, apakah seseorang boleh berkurban dari berhutan padahal hukum dari berkurban adalah sunah. Nah, berikut akan dijabarkan penjelasannya. Dalam menjawab pertanyaan ini ada dua keadaan orang untuk menentukan boleh atau tidak berhutang untuk berkurban: Kondisi pertama, si penghutang yang akan berkurban ada harapan yang kuat dapat membayar hutang yang dipakai untuk berkurban. Pada kondisi yang pertama ini berhutang untuk berkurban hukumnya boleh. Dasarnya adalah karena si penghutang dianggap sebagai orang yang mampu secara hukum. Walaupun dalam kondisi real-nya belum memegang uang. Kasus seperti ini layaknya kasus zakat piutang. Jika uang yang dihutangkan itu berdasarkan prasangka yang kuat si peminjam atau kreditur dianggap bahwa orang yang berhutang atau debitur mampu melunasi hutangnya. Maka, kredit...